15 November 2011

Pesta Wirausaha 2012

 Pic source: http://a0.twimg.com/profile_images/1621221447/pw6.jpg

Tadi siang dalam akifitas memantau timeline twitter muncul sebuah informasi menarik dari komunitas TDA berjudul Pesta Wirausaha 2012. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Milad ke-6 Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Mengusung tema "EXPANDING NEW GENERATION OF CHARACTERPRENEUR" kegiatan ini direncanakan akan menghadirkan lebih dari 100 Characterpreneur Indonesia dimana hal tersebut mendukung misi TDA dalam menghasilkan wirausaha Indonesia yang berkarakter baik dan mulia.

Dalam acara dua hari penuh ini akan digelar sejumlah kegiatan:
• Business Conference (seminar, talkshow, dan sharing session)
• Business Challenge
• Business Expo
• Business Workshop
• Business Matching, dan
• TDA Award

Untuk Business Conference, Pesta Wirausaha 2012 akan menghadirkan sejumlah tokoh pengusaha nasional dan pakar bisnis seperti Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Chairul Tanjung, Sandiaga Uno, Happy Trenggono, Mooryati Sudibyo, Merry Riana, Ippho Santosa, Erick G. Tohir, Jaya Setibudi, Nukman Luthfi, Raja Okto Sapta, Jamil Azzaini, Tung Desem Waringin, Rhenald Kasali, dan lain-lain.

Selain itu peserta juga akan bertemu dengan lebih dari 100 Characterpreneur Indonesia, serta perwakilan dari komunitas usaha lain, termasuk undangan dari Singapore dan Malaysia. Acara Talkshow akan diisi topik UKM yang mempunyai keunikan tinggi,seperti low-capital high-profit business. Adapun Sharing Session akan diisi oleh teman-teman TDA yang mempunyai bisnis dengan perkembangan fenomenal, terutama dari perwakilan TDA Wilayah.

Business Matching merupakan acara one-on-one meeting para pebisnis TDA dengan pihak pembeli (buyer). Adapun TDA Award merupakan acara pemberian penghargaan yang diberikan kepada wirausaha, baik member TDA maupun non-member TDA, atas pencapaian prestasi yang telah diraih.

kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tgl: Sabtu-Minggu, 28-29 Jan 2012
Tempat : Gedung SMESCO – Jakarta (Jl Gatot Soebroto - Jakarta Selatan)

Adapun Biaya (per orang) adalah sebagai berikut:

EARLY-BIRD s/d 12-12-2011
Member TDA: Rp250,000, Umum (Non-Member): Rp350,000

Setelah EARLY BIRD :
Member TDA: Rp350,000, Umum (Non-Member): Rp450,000
Mahasiswa: Rp100,000

Untuk informasi lebih lengkap dan pendaftaran klik disini

Semoga bermanfaat bagi para wirausahawan Indonesia, salam wirausaha!

Orang Pinggiran "Bocah Penjual Saringan Nasi"

Pic source:id-id.facebook.com

Sore ini tanpa sengaja saya menonton sebuah tayangan di Trans7 yang berjudul Orang Pinggiran. Kali ini bercerita tentang Juli, seorang penjual kantong kresek di sebuah pasar yang sepertinya di daerah Bandung. Saya menebak itu di daerah Bandung karena Juli menggunakan bahasa sunda ketika diwawancara. Saya tidak tahu pasti karena baru menonton ketika tayangan sudah berjalan setengahnya, hehe… :D

Kenapa saya sampai tertarik untuk me-review tayangan ini, jujur saja saya tidak akan sama sekali menyoroti kehidupan Juli dan keluarganya yang tidak seberuntung kita sehingga harus berjualan keresek di pasar untuk menghidupi keluarganya, bukan..bukan itu yang akan saya soroti. Yang ingin saya soroti adalah hal menarik yang juga menjadi komentar Babap (Bapak saya) yang juga menonton pada saat itu “lihat bagaimana dia berjuang!”

Sesuai dengan deskripsi program yang dipaparkan dalam situs Trans7, Orang Pinggiran merupakan program acara semi dokumenter yang bercerita mengenai perjuangan orang pinggiran untuk bisa bertahan hidup meskipun dengan keterbatasan.

Kembali lagi pada kisah Juli, seorang remaja yang terlihat masih berumur belasan setiap hari mencari penghasilan dari berjualan keresek di pasar untuk menghidupi keluarganya. Di rumah, Juli tinggal bersama orang tua dan kedua adiknya, jika di total semua ada 5 anggota keluarga. Di pasar Juli mengambil barang dari salah seorang pedagang yang sudah mempunyai kios. Juli menjajakan kantong keresek besar, lap tangan, dan kain tipis  yang sering digunakan untuk menanak nasi (dalam bahasa sunda disebut ‘gembol’). Lap tangan dan gembol nasi dihargai Rp. 2000-Rp. 2500 adapun kantong keresek saya tidak menyimak berapa harganya, yang pasti dalam satu hari Juli mendapat penghasilan antara Rp. 13.000-Rp.15.000. Penghasilan tambahan terkadang ia peroleh pula dari upah membantu membereskan kios di pasar ketika waktu tutup tiba. Penghasilan Juli selain ia gunakan untuk makan sehari-hari, juga dikeluarkan pula untuk ongkos sebesar Rp. 6.000 untuk perjalanan pulang-pergi dari rumah menuju pasar.

Ada satu pernyataan Juli yang membuat hati saya terenyuh mendengarnya, kira-kira begini bunyinya:
saya ingin adik-adik saya bersekolah, saya ingin nanti mereka bisa bekerja bisa jadi pegawai”
Juli memang hanya menamatkan pendidikannya hingga Sekolah Dasar, itulah sebabnya pekerjaan pun tak mudah ia dapatkan. Tapi semangatnya tak surut hanya karena ia tak berpendidikan tinggi, ia tetap berusaha melakukan pekerjaan yang dapat dilakukannya untuk mendapat penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Walaupun harus menempuh jalan hingga 10 km untuk menuju pasar dimana setiap hari ia menjajakan keresek-nya, Juli tak berhenti dan berputus asa. Dia tetap berjalan, tetap berusaha, seperti tak peduli berapapun yang ia dapatkan, asal dapat tetap membantu orangtuanya dan membiayai adik-adiknya.

Itulah Juli, sosok yang sore ini memberikan inspirasi dan memecut saya untuk bersyukur. Bersyukur bukan hanya dengan kata-kata tapi juga dengan totalitas dalam melakukan segala usaha. Semoga menjadi inspirasi pula bagi anda semua.[]

14 November 2011

Melati Putih


Ini kisah tentang sekuntum bunga
terputih dari yang putih
Yang daunnya hijau di musim kering
kemilau disinar surya
Dan bila musim bunga tiba, melati bersemi
Putih dan sejuk bening bersemi
Bergetar di sudut hatiku
(Iwan Abdurahman)

Ke (sulit+mudah) an

Source: Google

Beberapa waktu ini saya sering kali diingatkan oleh Allah secara langsung ataupun tidak langsung mengenai kesulitan dan kemudahan. Disadari atau tidak, mungkin tidak sedikit dari kita yang pada saat ini tengah mengalami kesulitan, kesusahan, kebuntuan dalam memecahkan masalah, sehingga yang terasa hanya perasaan bahwa ini adalah titik terendah dalam hidup kita. Itulah hidup dengan berbagai warna dan naik turunnya.

Saya bicara hal tersebut karena saya pun sempat merasakan hal yang sama. Satu bulan ini, jujur saja menjadi satu bulan yang cukup berat bagi saya. Berat bukan karena sakit yang saya alami, tapi karena dengan begitu semuanya menjadi terbatas. Ketika semua hal yang saya ingin lakukan harus “dibantu”, dari mulai makan, ke kamar mandi, bahkan hanya sekedar ingin mengubah posisi ketika berbaring saja saya harus dibantu. Tapi saya hanya berpikir bahwa, Allah sudah memberikan saya semuanya dengan sempurna sebelumnya, tangan yang bisa menjangkau apapun, kaki yang dapat berjalan dan bahkan berlari, tenaga yang luar biasa jika dalam kondisi fit hingga dapat melakukan aktifitas apapun, pikiran yang prima sampai membuahkan berbagai ide yang terus mengalir, dan itu semua sudah diberi-Nya selama 24 tahun! Sekarang ini saya hanya perlu waktu satu bulan untuk dapat memulihkan semuanya, bagaimana dengan orang-orang di luaran sana yang tidak mengenal kata pemulihan, yang harus mengalami semua keterbatasan itu seumur hidupnya? Selain itu saya hanya berpikir bahwa, mungkin Allah memberikan saya waktu satu bulan ini sebenarnya untuk bersiap menghadapi berbagai hal yang lebih luar biasa lagi kemudian di hadapan.

Allah tidak pernah menyia-nyiakan kesabaran hambaNya, semua kesulitan, kekurangan dan kesempitan hidup hanyalah satu episode hidup yang harus dijalani sebelum kita menghadapi berbagai macam kemudahan dan kebahagiaan di masa berikutnya. Siapkah kita menerima kebahagiaan tersebut? Tentu saja belum siap, maka Allah menyiapkan kita dengan berbagai macam ujian-ujian menuju kebahagiaan tersebut. Allah sudah menyatakannya dengan jelas dalam Q.S. Al-Insyirah: 5-6 “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Allah menekankan hal tersebut dalam dua ayat sekaligus, bagi saya ini berarti bahwa jika menghadapi sebuah kesulitan maka berusaha saja lakukan yang sebaik-baiknya jangan pernah berputus asa karena di depan akan ada kemudahan dan ketika segalanya sudah dilakukan dengan maksimal maka tinggal bertawakkal karena Allah sudah menjanjikan kemudahan setelahnya.

Teringat cerita salah seorang ustadz tentang belajar dari bagaimana Siti Hajar bersabar dalam kesulitan dan berupaya dalam kesungguhan tawakkal yang penuh kepada Allah. Sambil menggendong Ismail kecil berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah untuk mencari air. Satu kali mencoba air tidak ada, dua kali mencoba air hanya fatamorgana, tiga kali mencoba air tak kunjung nyata, Siti Hajar tidak menghentikan upayanya hingga kali KETUJUH dan pada akhirnya Allah menganugerahkan air zam-zam sebagai balasan dari upaya tanpa letih tersebut.

Apakah pada saat itu Allah hanya menganugerahkan air zam-zam pada Hajar setelah upayanya tersebut? nyatanya air zam-zam yang tak henti mengalir itu mendatangkan sekawanan burung-burung yang ikut minum, maka pada saat itu Allah memberikan pula makanan bagi Siti Hajar dan Ismail. Dari sekawanan burung yang terlihat berkumpul di kejauhan itu menarik orang-orang yang melihat untuk mencari tahu ada apa gerangan. Setelah tahu ternyata ada sumber mata air di tempat Hajar, banyak orang berbondong-bondong ikut mengambil air dari tempat dimana Siti Hajar dan Ismail berdiam, dan Allah menurunkan bukan hanya air dan makanan tapi juga kawan bagi mereka berdua.

Maka saat ini bagi semua yang tengah mengalami kesulitan, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan ketawakkal-an tak henti, hingga Allah mengganti semua kesulitan tersebut dengan berbagai kemudahan di hadapan. Amin…

Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.
Wallahu a’lam bisshawwab.

29 October 2011

Konkusio

 

“Konkusio” merupakan sebuah istilah medis yang berkaitan dengan kehilangan kesadaran dan ingatan akibat cedera pada otak. Istilah ini saya temukan setelah dengan amat panasaran mencari artikel mengenai gangguan ingatan pasca benturan kepala. Hal ini didorong karena beberapa ingatan saya tidak dapat di- recall pasca kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu. Akhirnya pencarian saya terjawab lengkap di sebuah situs beralamat http://medicastore.com/penyakit/687/Cedera_Kepala.html berikut saya bagi sebagian kutipannya :

Konkusio merupakan suatu kondisi hilangnya kesadaran (dan kadang ingatan) sekejap, setelah terjadinya cedera pada otak yang tidak menyebabkan kerusakan fisik yang nyata. Konkusio menyebabkan kelainan fungsi otak tetapi tidak menyebabkan kerusakan struktural yang nyata. Hal ini bahkan bisa terjadi setelah cedera kepala yang ringan, tergantung kepada goncangan yang menimpa otak di dalam tulang tengkorak.

Konkusio bisa menyebabkan kebingungan, sakit kepala dan rasa mengantuk yang abnormal; sebagian besar penderita mengalami penyembuhan total dalam beberapa jam atau hari. Beberapa penderita merasakan pusing, kesulitan dalam berkonsentrasi, menjadi pelupa, depresi, emosi atau perasaannya berkurang dan kecemasan.

Gejala-gejala ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu, jarang lebih dari beberapa minggu. Penderita bisa mengalami kesulitan dalam bekerja, belajar dan bersosialisasi. Keadaan ini disebut sindroma pasca konkusio. Sindroma pasca konkusio masih merupakan suatu teka-teki; tidak diketahui mengapa sindroma ini biasanya terjadi setelah suatu cedera kepala yang ringan.

Para ahli belum sepakat, apakah penyebabkan adalah cedera mikroskopi atau faktor psikis. Pemberian obat-obatan dan terapi psikis bisa membantu beberapa penderita sindroma ini. Yang lebih perlu dikhawatirkan selain sindroma pasca konkusio adalah gejala-gejala yang lebih serius yang bisa timbul dalam beberapa jam atau kadang beberapa hari setelah terjadinya cedera.

Jika sakit kepala, kebingungan dan rasa mengantuk bertambah parah, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Biasanya, jika terbukti tidak terdapat kerusakan yang lebih berat, maka tidak diperlukan pengobatan. Setiap orang yang mengalami cedera kepala diberitahu mengenai pertanda memburuknya fungsi otak. Selama gejalanya tidak semakin parah, biasanya untuk meredakan nyeri diberikan asetaminofen.

 

Posted via email from galantri's posterous

19 October 2011

It Called “Destiny”


Holaa…lama sekali nampaknya saya tidak menyentuh tuts keyboard, jika diingat-ingat tepatnya  10 hari sejak kecelakaan yang cukup membuat saya “terkapar” selama beberapa hari. It’s all about destiny! Sesuai judul yang saya munculkan diatas, semua memang sudah menjadi takdir bagi saya untuk mengalami sebuah kecelakaan di hari Minggu malam 09 Oktober 2011 pukul 19.00 WIB.


Sedikit flashback saja, pada saat itu saya beranjak pulang setelah bertemu seorang teman dan berbincang cukup lama dengannya di sebuah café di jl. Soekarno Hatta-Bandung. Setelah perbincangan selesai dan khawatir pulang terlalu malam, akhirnya kami beranjak pulang.


Pulang tanpa firasat apapun, kami berdua berjalan ke tepi jalan,bermaksud menyebrang. Kondisi jalan pada saat itu tidak padat, namun memang sedikit gelap karena penerangan jalan yang ada kurang memadai. Jl.soetta yang cukup lebar dan kecepatan kendaraan yang rata-rata tinggi, mengharuskan kami menunggu hingga jalan benar-benar aman untuk disebrangi.


Sebrangan pertama aman, kami kemudian menunggu di tengah pembatas jalan untuk sebrangan kedua. Ketika akan menyebrang kedua kalinya, dari jauh memang sudah terlihat sebuah motor, kami kemudian menyebrang karena masih mengukur jarak tersebut aman. Ketika sudah berada di tengah sebrangan, motor semakin mendekat,tetap melaju kencang dan tidak berusaha menghindar.


Akhirnya tabrakan terjadi, menurut info saya tertabrak hingga terpental, kondisi rekan saya tidak begitu parah, karena posisi saya sebelah kiri dan arah motor dari arah kiri pula. Dampak dari kejadian tersebut saya kehilangan beberapa memori (Hingga saat ini masih dalam pemulihan dan tetap harus dilatih),tangan kanan retak, kepala memar, kaki kanan dijahit, dan kaki kiri luka-luka. Kondisi barang-barang yang saya bawa tidak jauh berbeda, kacamata pecah, smua gadget di dalam tas (laptop & handphone) pun dalam kondisi retak-retak.


Namun, di atas smua yg terjadi saya bersyukur sekali karena masih diberi kekuatan dan kemampuan,alhamdulillah… Semoga Allah yang Maha Besar menganugerahkan pula pemahaman pada saya atas lautan hikmah dari kejadian ini.


The last but not least… Terima kasih banyak kepada rekan, sahabat,saudara yang tak henti-hentinya memberi doa dan support, semoga Allah SWT membalas dengan yang lebih baik. Amin…

 

Posted via email from galantri's posterous