02 August 2012


Bulan Ramadhan kaya gini biasanya banyak urusan bayar membayar, dari mulai belanja online (teteuup belanja ya..wkwkwk J), transfer, sampai masalah bayar tagihan listrik yang biasanya suka kelupaan. Sebetulnya tinggal pergi ke ATM aja siy dan bayar-bayarin semua disitu. Tapi kok ya kayanya ribet juga ya, musti keluar rumah cuman ke ATM. Akhirnya kemarin baru kepikiran, kenapa nggak pake layanan Internet Banking aja, doh! Telat banget yak! (*Tepok jidat) hahaha J.

Karena nggak mau makin telat ngurus-ngurusnya, kemarin juga dengan tekad kuat saya langsung urus-urus masalah Internet Banking J. Karena saya pengguna layanan BCA, maka layanan Internet Banking yang saya gunakan adalah Klik BCA. Setelah googling, ternyata ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, berikut rinciannya :

Registrasi Lewat ATM
Untuk registrasi awal tetap harus lewat ATM, caranya gampang kok, tinggal klik menu “Daftar E-Banking/Autodebet” di layar menu, lalu lanjutkan dengan klik “Internet Banking”. Setelah itu, kita akan diminta memasukan PIN yang akan digunakan untuk aktfitas Internet Banking Klik BCA. Setelah semua langkah selesai, mesin ATM akan memberikan bukti registrasi yang di dalamnya berisi User ID Internet Banking kita, so... jangan dibuang bukti registrasinya ya J

Aktivasi Di Costumer Service
Setelah registrasi lewat ATM, kita tetap harus datang ke costumer service (CS) untuk aktivasi. Setelah isi form yang disediakan, selanjutnya kita bakal dikasih Key BCA plus buku panduan dan diberikan penjelasan oleh CS tentang cara penggunaan Klik BCA.

Khusus untuk proses ini kemarin agak bikin bete siy, karena komputer yang dipakai CS untuk demo tiba-tiba hang, dan CS yang melayani juga sibuk banget terima telepon, jadi saya nunggu aja sambil baca buku panduan sampai khatam, hmmm... L Oia, jangan lupa bawa buku tabungan sama ATM ya, karena diperlukan juga datanya untuk isian form.


                Setelah dari Bank untuk aktivasi, sampai rumah langsung penasaran pengen coba, berasa dapet maenan baru, hihihi... J Langsung coba login dan munculah tampilan ini:

Ternyata aktifitas transaksi di Klik Bca lengkap banget, awalnya saya pikir layanannya akan sama dengan mesin ATM, ternyata kayanya lebih lengkap deh, berikut menu yang ada di layanan Klik Bca :

Wuah, pakai Klik BCA ini serasa dimudahkan sekali, sekarang nggak perlu repot-repot jalan ke ATM, karena semuanya tinggal klik aja beres deh, sesuai motto Klik BCA “Kemudahan Dalam Satu Klik”. J

Sumber gambar dari sini:
klikbca.com

27 July 2012



Kemarin sepulang dari aktifitas seharian, pulang-pulang badan agak drop. Kepala berat, mulai sakit tenggorokan, mata panas, dan sedikit demam, ah... I’m officially Flu! Duh, flu pas lagi puasa itu kan nggak enak banget rasanya, bisa-bisa malah jadi ganggu aktifitas niy. Itulah sebabnya saya langsung cepat-cepat antisipasi supaya flu bisa cepat sembuh dan harus TANPA OBAT! What?! Tanpa obat?! Ya tanpa obat. Sudah sejak lama saya menghindari konsumsi obat-obatan kimia, sekarang lebih back to nature aja kalo badan mulai nggak enak.

Pada prinsipnya, cara efektif untuk menyembuhkan flu adalah dengan meningkatkan antibodi dan istirahat yang cukup. Jika keduanya terpenuhi, Insya Allah flu akan cepat pergi. Tapi kebanyakan dari kita sekarang pengennya instant, flu sedikit langsung ambil obat. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat flu menyerang saat berpuasa, cara di bawah ini sudah saya praktekkan dan hasilnya cukup efektif.

Madu
Seperti kita tahu, khasiat madu memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Menurut madumurah.com, nutrisi dalam kandungan Madu memiliki komponen kimia yang mempunyai efek koligemik yaitu asetilkolin. Asetilkolin mempunyai fungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat. Hal ini akan membantu sekali untuk memulihkan energi selama flu yang biasanya menurun. Cara konsumsi dapat diminum ketika berbuka puasa dan sahur, caranya madu dicampur dengan segelas air hangat.


Bawang Putih
Percaya atau tidak, bawang putih selalu menjadi andalan saya ketika flu. Buat saya hasilnya efektif sekali untuk meredakan gejala flu yang bikin tidak nyaman itu. Ternyata bawang putih sendiri memang mengandung kandungan sulfur yang membuatnya dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit.

Pada tahun 1992, peneliti dari Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang tumbuk dalam minyak, membunuh bukan hanya membunuh rhinivirus tipe 2 (penyebab umun flu), tetapi juga membunuh 2 macam herpes (penyakit kulit menular) dan beberapa virus umum lainnya. Data ini saya dapatkan dari forumsains.com. Cara konsumsi bawang putih bisa dilakukan dengan langsung diminum, tentunya setelah dipotong-potong ya...kalo nggak nanti nyangkut di tenggorokan, hehehe... J Kalo nggak kuat sama baunya yang menyengat, bawang putih bisa dibakar dulu sebentar terus diminum.

Istirahat Berkualitas
Flu sebetulnya dapat pulih dengan sendirinya jika kita cukup beristirahat, karena kalo kata temen saya, virus flu akan semakin berkembang ketika kita terus beraktifitas. So...walaupun kita sudah minum madu dan bawang putih banyak-banyak, tapi kalo tetep begadang dan kurang istirahat, kayanya flu juga akan sulit pulihnya. Jadi tetap disiplin untuk istirahat dulu ya supaya flu segera mereda.

                Kira-kira cara di atas lah yang saya lakukan kemarin, dan hasilnya Alhamdulillah hari ini flu saya sudah jauh lebih baik. So... flu tidak harus mengganggu aktifitas selama puasa jika diantisipasi dengan cepat dan tepat kan... J

Sumber gambar dari sini:

24 July 2012



Beberapa waktu lalu saya ada beberapa barang yang akan di lelang, tawar ke teman-teman sudah, publish di Blackberry Messengger juga sudah, tapi setelah lama menunggu masih belum juga ada barang yang terjual. Akhirnya sedikit putar otak saya pikir kenapa tidak di publish saja di website khusus jual beli, peluang calon pembelinya lebih besar saya pikir. Awalnya siy hanya coba-coba berhadiah, kalo memang ada pembeli alhamdulillah, karena jujur saya sebelumnya belum pernah memanfaatkan website begini untuk menjual barang.
Pada saat itu yang langsung terpikir adalah tokobagus karena mungkin lebih dulu muncul iklannya di tv kali ya, makanya lebih nempel di ingatan ehehe J

Akhirnya masuklah saya ke website tokobagus, dan hal pertama yang harus saya lakukan adalah registrasi untuk pengguna baru, registrasi cukup mudah dan lancar. Setelah registrasi saya langsung pasang iklan barang-barang yang dijual, awalnya kepikiran pasti ribet banget deh ini! musti tulis deskripsi iklan, pasang foto, belom lagi loading lama, ah... pokonya udah males duluan deh. Ternyata eh ternyata... tokobagus sungguh membuat saya sebagai pengguna merasa dimudahkan sekali. Ketika akan publish iklan sudah ada kolom-kolom isian yang berisi Judul iklan, harga, kondisi barang, lokasi, hingga deskripsi, semua tinggal isi saja. Untuk kategori barang pun sudah dibantu dikategorisasikan, jadi kita tinggal pilih barang yang kita iklankan masuk kategori mana. Upload foto pun mudah, tinggal pilih beberapa foto tunggu upload selesai lalu iklan bisa disimpan. Jadi overall tinggal klak-klik dan isi-isi saja J. Di akhir form isian kemudian dicantumkan tawaran untuk membeli poin-poin yang akan membuatiklan kita menjadi lebih menarik dan ditempatkan di posisi “strategis”, tapi saya tidak pilih itu soalnya bayar :P

Setelah selesai isi form, saya klik tombol simpan dan iklan pun langsung terkirim ke admin, disitu dicantumkan bahwa iklan biasanya akan mulai aktif dua jam kemudian. Yah...saya pikir bisa langsung dilihat iklannya, ternyata harus menunggu L Tapi it’s ok, sambil menunggu saya blogwalking, browsing, typing, sampai guling-guling (yang terakhir disambung-sambungin aja, hahaha J ).
Akhirnya dua jam berlalu, saya coba cek iklan dengan harap-harap cemas, dan hasilnya... voila!!! Iklannya sudah aktif dan sudah ada beberapa pengunjung yang melihat iklan saya, senangnya... J Di list iklan yang kita tampilkan dicantumkan pula informasi jumlah pengunjung dan rate popularitas iklan, jadi kita bisa pantau iklan mana yang paling banyak dilihat pengunjung.

Ini jujur loh, pengalaman saya jualan di tokobagus sungguh menyenangkan, tidak lama setelah saya pasang iklan, ada saja setiap harinya yang bertanya tentang barang-barang yang saya lelang. Dan sekarang, hampir seluruh iklan yang saya pasang sudah laku terjual. Wuah! tau begini pasang iklan dari awal di tokobagus aja ya, gampang, tidak repot, dan efektif sekali. Seneng deh jualan di tokobagus 

                     
Sumber gambar dari tokobagus

30 May 2012



Beberapa waktu lalu saya bersama Faiz (7 th) keponakan saya, pergi bermain ke suatu tempat. Seperti biasa perjalanan tak lengkap bagi anak-anak jika tidak dilengkapi jajanan. Faiz memilih susu kemasan sebagai jajanannya, setelah sebelumnya meminta persetujuan saya terlebih dahulu. Maklum, tantenya cukup cerewet kalau dia mulai jajan yang aneh-aneh. Singkat cerita dibelilah susu kemasan tersebut, dan di tengah perjalanan menuju tempat kami memarkir mobil dia mulai membuka susu kemasan tersebut dan meminumnya dengan santai.

Melihat aksinya tersebut, kontan saya langsung berkomentar “Minumnya kok sambil jalan dek?! Kaya kambing aja”. Dan dengan santai pula dia menjawab “Kambing kan ngga punya tangan, mana mungkin bisa minum sambil jalan, kan ngga bisa pegang susu sambil jalan”. Seketika hening, ada rasa geli dan kagum menjadi satu. Iya juga ya, kambing kan tidak punya tangan, jadi bagaimana ceritanya dia bisa minum sambil jalan-jalan.  

Maksud saya dengan memberi analogi “kambing” itu sebetulnya ingin mengingatkan dia untuk minum sambil duduk, karena minum sambil berdiri itu tidak baik. Gaya saya mengingatkan memang cukup oldies, karena begitu pula saya dulu diingatkan oleh ibu saya jika minum sambil berdiri atau berjalan. Tapi ternyata saya lupa, bahwa sekarang zaman berubah dan anak-anak lebih kritis dan dapat berpendapat lebih terbuka. Sehingga bagi mereka, gaya mengingatkan dengan analogi seperti itu menjadi kurang logis dan tidak dapat diterima.

Karena maksud dari pesan saya dengan analogi “kambing” tadi belum tertangkap, akhirnya saya rubah kalimat menjadi: “Begini maksudnya dek...kalau adek minum sambil jalan selain memang tidak baik, adek juga bisa tersedak loh, karena badan adek kan bergerak-gerak waktu jalan jadi susu-nya ga bisa masuk ke perut ade dengan lancar... jadi lebih bagus kalau adek minumnya sambil duduk aja”. Setelah saya menyampaikan itu dia terdiam, berhenti minum dan berpikir. Saya kembali bertanya “Kok berhenti minumnya?”. Dia lalu menjawab “nanti aja di mobil minumnya”. Yes! senyum kemenangan terkembang di wajah saya.

Poinnya bukan masalah saya berhasil mematahkan argumen Faiz tentang “Si kambing tak punya tangan”, tapi karena dua hal: (Pertama) Saya berhasil memahami bahwa anak kritis sebetulnya dapat diajak bicara dan berpikir dengan gaya bahasa yang dipahaminya. (Kedua) Pesan saya yang utama tentang “minum sambil berdiri” dapat tersampaikan dengan jelas sehingga itu yang akan menempel di ingatan anak, dan bukan analogi “kambing”-nya yang dia ingat.

Mungkin tidak sedikit orangtua yang cukup kerepotan untuk menghadapi ke-kritis-an anak. Bersikap menghindar dan mengalihkan pembicaraan tentunya bukan satu cara solutif. Menghadapinya dengan logika sederhana yang dapat tertangkap oleh kemampuan berpikirnya sepertinya dapat membantu, karena komunikasi yang baik adalah komunikasi yang pesannya tersampaikan dengan baik kepada komunikan, dalam hal ini adalah anak. Dengan adanya komunikasi yang baik dan lugas dengan anak diharapkan dapat menjembatani miss-persepsi yang sering terjadi antara maksud orangtua dan keinginan anak. Dan tentunya ini akan membantu anak untuk membangun pribadinya kelak. 

Sumber Gambar : Disini


Bagi saya, membaca tentang sejarah seperti berjalan di lorong waktu dimana ingatan dan imajinasi dikondisikan dalam sebuah masa bernama masa lalu. Ini sungguh menarik, merasakan betapa di masa yang lampau, sungguh banyak hal yang seringkali tak terpikirkan terjadi. Berangkat dari ketertarikan itu, beberapa hari ini saya rajin browsing segala hal yang berkaitan dengan sejarah. Ada tiga topik yang dengan tekun sedang saya baca, diantaranya adalah: Sejarah Peradaban Mesir Kuno, Sejarah Peradaban Mesopotamia dan Sejarah Peradaban Islam. Kedepannya saya akan coba share hasil perburuan bacaan-bacaan saya itu secara berkala.

Ketika membaca tentang Sejarah Peradaban Mesir Kuno, perhatian saya tertuju pada seorang Ratu Mesir Kuno anggota terakhir dinasti Ptolemeus yaitu : Kleopatra VII. Sebelumnya, saya berpikir bahwa Kleopatra itu adalah sebuah nama yang dimiliki oleh satu orang saja. Ternyata anggapan saya keliru, karena banyak Ratu Mesir lain yang juga menggunakan nama Kleopatra. Namun, walaupun banyak yang menggunakan nama tersebut, Kleopatra VII-lah yang dikenal secara umum dengan nama Kleopatra, dan semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang.

Disini saya tidak akan memaparkan deskripsi sejarah lengkap ketika Mesir ketika berada di bawah pimpinannya. Kebanyakan topik mengenai Kleopatra sering dikaitkan dengan kekuatan kecantikannya yang membuat takjub para pria. Bahkan dikisahkan Julius Caesar dan Mark Anthony menjadi dua orang pembesar yang takluk dalam pelukan Kleopatra. Namun, ada hal lain yang tidak banyak orang perhatikan. Sebagai pemimpin besar yang pada akhirnya menguasai Mesir, jalan Kleopatra tak semulus wajahnya.

Sejak kecil, kehidupan Kleopatra telah biasa menghadapi berbagai konflik dan intrik. Persengketaan di lingkungan keluarga bukanlah hal asing baginya. Di usia remajanya, Kleopatra harus menyaksikan kejatuhan ayahnya sendiri yang pada saat itu memerintah Mesir diakibatkan oleh beban utang yang tinggi. Adapun Kleopatra mengalami naik tahta di usianya yang ke-delapan belas, cukup muda untuk seorang pemegang pimpinan tertinggi. Kleopatra memimpin bersama adik yang juga suaminya Ptolemeus XIII sebagai pemimpin gabungan. Dalam 3 tahun pertama kekuasaan, mereka mengalami kondisi sulit karena permasalahan ekonomi, kelaparan, banjir sungai Nil dan konflik politik.

Pada bulan Agustus tahun 51 SM, relasi kepemimpinan Kleopatra dan Ptolemeus XIII rusak. Kleopatra menurunkan nama Ptolemeus dari dokumen resmi dan wajahnya muncul sendiri di uang koin yang berada diluar tradisi Ptolemaik yang menyatakan bahwa pemimpin wanita dibawah  pemimpin laki-laki. Kondisi ini pada akhirnya membentuk kelompok rahasia di luar istana yang bermaksud menurunkan Kleopatra dari kekuasaan dan menjadikan Ptolemeus sebagai pemimpin. Pada akhirnya, Kleopatra terpaksa melarikan diri dari Mesir dengan meninggalkan adiknya.

Ketika Kleopatra pergi dari Mesir, Pompey yang merupakan pemimpin militer dan politik Republik Romawi tengah melibatkan diri dalam perang saudara Romawi. Pada musim gugur tahun 48 SM, Pompey melarikan diri dari pasukan Julius Caesar ke Alexandria dan mencari suaka. Ptolemeus saat itu berusia 15 tahun dan menunggu kedatangannya. Pada tanggal 28 September 48 SM, Pompey dibunuh oleh salah satu mantan opsirnya yang sekarang bekerja untuk Ptolemaik. Ptolemeus berpikir bahwa dengan ia telah memerintahkan kematian Pompey untuk menyenangkan Julius Caesar. Ternyata hal ini merupakan kesalahan besar yang dilakukan oleh Ptolemeus. Ketika Caesar tiba di Mesir dua hari kemudian, Ptolemeus memberikan kepala Pompey bermaksud memberikan kabar gembira atas apa yang telah dilakukannya. Caesar yang melihat hal ini sangat marah karena fakta bahwa walaupun Pompey adalah musuh politik Caesar, namun ia pun merupakan konsul Roma dan duda dari anak Julis Caesar, Julia. Caesar menguasai ibukota Mesir dan menjadikannya wasit dari klaim antara Ptolemeus dan Kleopatra.

Kleopatra mengambil kesempatan ini dan kembali ke istana untuk bertemu dengan Caesar. Dipercaya bahwa Caesar terpesona dengan langkahnya, dan Kleopatra menjadi kekasihnya. 9 bulan setelah pertemuan pertama mereka, Kleopatra melahirkan bayi. Pada saat ini, Caesar mengubah rencana awalnya untuk menggabungkan Mesir, dan mendukung klaim Kleopatra atas tahta. Setelah perang saudara pendek, Ptolemeus XIII tenggelam di sungai Nil dan Caesar mengembalikan Kleopatra ke tahtanya, dengan adiknya yang lainPtolemeus XIV sebagai wakil pemimpin baru.

Pada tanggal 23 Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan Ptolemeus Caesar (disebut "Caesarion" yang berarti "Caesar kecil"). Cleopatra mengklaim Caesar sebagai ayahnya dan berharap untuk menjadikan anak itu sebagai ahli waris, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Octavian. Caesarion dimaksudkan untuk mewarisi Mesir dan Romawi, menyatukan timur dan barat.

Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebelum atau sesudah pembunuhan, ia kembali ke Mesir. Ketika Ptolemeus XIV meninggal karena kesehatannya memburuk, Cleopatra menjadikan Caesarion penerusnya.

Pada tahun 42 SM, Mark Antony, sebagai salah satu orang yang berkuasa di Roma setelah kematian Caesar, memanggil Cleopatra untuk bertemu dengannya untuk mempertanyakan kesetiaannya. Cleopatra tiba dan memikat Antony yang menyebabkan Anthony menghabiskan musim dingin tahun 41 SM–40 SM dengannya di Alexandria. Pada tanggal 25 Desember 40 SM, ia melahirkan 2 anak, Alexander Helios dan Cleopatra Selene II.

Empat tahun kemudian, tahun 37 SM, Antony mengunjungi Alexandria sekali lagi untuk berperang dengan Parthian. Ia memperbarui hubungannya dengan Cleopatra, dan sejak saat itu Alexandria menjadi rumahnya. Ia menikahi Cleopatra menurut ritus Mesir dan memiliki anak yang bernama Ptolemeus Philadelphus.

Dengan donasi Alexandria pada tahun 34 SM, dan juga serangan Anthony atas Armenia, Cleopatra dan Caesarion dimahkohtai sebagai wakil pemimpin Mesir dan Siprus. Alexander Helios menjadi pemimpin Armenia, Media, dan Parthia; Cleopatra Selene II menjadi pemimpin Cyrenaica dan Libya. Ptolemeus Philadelphus menjadi penguasa Phoenicia, Suriah, dan Sisilia. Cleopatra juga mendapat gelar "Ratu atas Raja".

Sikap Anthony dipandang buruk oleh Romawi dan Octavian meyakinkan senat untuk berperang dengan Mesir. Pada tahun 31 SM, pasukan Anthony menghadapi serangan armada Romawi di pantai Actium. Dengan terjadinya pertempuran Actium, Octavian menyerang Mesir. Dengan tanpa pengungsi lain yang melarikan diri, Anthony melakukan aksi bunuh diri dengan menusukan pedangnya pada tanggal 12 Agustus 30 SM.

Kematian Mark Anthony dengan bunuh diri disinyalir menjadi penyebab Cleopatra bunuh diri. Tidak diketahui bagaimana ia meninggal, tetapi menurut legenda, ia mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah ia menyadari bahwa ia gagal mencapai tujuannya. Ia meninggal akibat membiarkan dirinya digigit ular berbisa.

Anak Cleopatra, Caesarion mengklaim dirinya sebagai pharaoh Mesir, tetapi Octavian menang lebih dulu. Caesarion ditangkap dan dieksekusi, hal ini mengakhiri garis pharaoh Mesir. 3 anak dari Cleopatra dan Antony diampuni dan dibawa kembali ke Roma dan mereka dirawat oleh istri Anthony, Octavia Minor.

Sumber : Wikipedia
Sumber Gambar : Disini


14 May 2012


Untuk yang hobi foto kali ini ada kompetisi foto bertema pendidikan yang diselenggarakan oleh Canon. Kabar gembiranya kompetisi foto ini diperuntukan bagi para pemegang kamera saku, Aha! Menarik bukan!

Tema yang ditetapkan adalah “Pendidikan dari Mata Kamera” dimana peserta dapat menggali berbagai fenomena dan fakta pendidikan yang disajikan dalam sebuah rekam foto. Bagi peserta yang beruntung akan diganjar dengan hadiah-hadiah menarik dengan total hadiah sebesar Rp. 15.000.000,-






Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik disini

11 March 2012



Kali ini mau sedikit berbagi tentang “belanja”, Wohooo…every woman definitely loves shopping! Isn’t it?! Berawal dari minimnya tempat tas yang menawarkan produk menarik dengan harga terjangkau bagi dompet saya, hehehe… akhirnya tercetuslah ide untuk mencari Online Shop terpercaya yang menawarkan barang bagus dengan harga cukup “bersahabat”. Sebetulnya sempat ragu siy dengan belanja system online, selain karena tempat dan penjualnya tidak terlihat dengan nyata, penipuan pun marak sekali terjadi.

Setelah mencari sana-sini, akhirnya sampailah di sebuah situs bernama My Bagstage sebuah situs dengan motto “a premier destination for authentic imported bags at irresistible price”

Source : My Bagstage 

Kesan pertama cukup menarik, ketika beranjak melihat koleksi yang ada pun tidak mengecewakan, tapi jujur saja saya sempat ragu untuk memutuskan membeli. Akhirnya saya coba cek beberapa komen dari para pembeli sebelumnya, banyak yang menyatakan kepuasan terhadap pelayanan dan kecocokan barang dengan gambar yang ditampilkan di web. Selain itu My Bagstage pun melakukan kerjasama dengan beberapa media diantaranya ; (Majalah) Cita Cinta, Kartini, SPICE!, (Website) Fashionese Daily, dll.

Setelah beberapa investigasi dilakukan akhirnya saya putuskan untuk mencoba tes pelayanan dengan membeli sebuah produk. Saya pikir, jika memang memuaskan berarti My Bagstage akan menjadi situs online shop yang recommended, tapi jika tidak berarti ini kali pertama dan terakhir saya membeli produk disini. Pada saat itu pilihan jatuh pada Athens Velvet Camel (Lupa foto sebelum posting, jadi gambar tidak bisa ditampilkan ^_^)

Pelayanan dilakukan dengan amat responsive dan professional. Setelah mengisi order form yang ada, konfirmasi akan diberikan melalui email sms yang akan memberikan informasi mengenai nama & jumlah pesanan, nama pemesan, alamat dikirimkan pesanan, dan biaya yang harus ditransfer. Walaupun di dalam konfirmasi sms diberitahukan bahwa pesanan akan sampai paling lambat 4 hari kerja, pesanan saya sudah sampai hanya dalam waktu 1 hari, mengesankan! Pesanan sampai dengan cepat dan seperti semua komen yang saya baca sebelumnya, pesanan benar-benar sesuai dengan gambar dan dimensi yang ditampilkan di web. Kesimpulannya, pembelian perdana saya memuaskan!

Setelah hampir satu tahun Athens Velvet Camel saya eksploitasi (bahasanya berlebihan, hehehe…) dan kondisinya pun sudah semakin mengkhawatirkan karena sempat "menemani" terbanting saat kecelakaan, akhirnya kemarin saya putuskan untuk mencari pengganti yang lebih kokoh. Pilihan jatuh pada Nature Wild Khaki berikut:
 Source : My Bagstage

Dan lagi-lagi saya dibuat terkesan dengan pelayanan My Bagstage , responsive, ramah dan cepat. Siang saya transfer, besoknya barang sudah sampai. Dengan dua pengalaman ini sudah cukup bagi saya untuk menjadikan My Bagstage sebagai online shop terpercaya dengan pelayanan prima. Thanx a lot My Bagstage ^_^


09 March 2012

Taxi
Kemarin 09 Maret 2012, secara tiba-tiba Babap (panggilan saya untuk Bapak) harus dibawa ke Rumah Sakit karena serangan vertigo. Singkat cerita, tibalah saya di Rumah Sakit tempat Babap ditangani dan  Alhamdulillah kondisi Babap sudah lebik baik dibanding dua jam sebelumnya. Karena merasa bahwa gejala vertigo sudah tidak terlalu hebat dan mengingat kondisi ruang UGD yang tidak nyaman sekali untuk dipakai istirahat, maka saya dan Babap akhirnya sepakat untuk mengurus kepulangan. 

Sebelum saya datang, sebetulnya Babap dijaga oleh Abah (Kakak laki-laki saya), namun karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan maka sayalah yang menggantikan beliau menjaga Babap. Setelah bertanya kepada perawat mengenai kondisi terakhir Babap dan mendapat persetujuan dokter mengenai kepulangan,saya membereskan seluruh urusan administrasi. Karena Abah tidak memungkinkan datang dalam waktu cepat maka kami putuskan untuk pulang menggunakan taksi.  Berhubung kedatangan taksi pun memerlukan waktu setelah pemesanan, maka sebelum mengurus pembayaran saya menelepon salah satu armada taxi langganan agar waktu lebih efektif, berikut kutipannya:
Mba Costumer Service
:
xxx (Nama armada taksi) Selamat sore.. dengan Susi (Bukan nama sebenarnya ^_^) ada yang bisa dibantu?
Me
:
Selamat sore mba..saya mau order
Mba Costumer Service
:
Bisa dibantu nomer teleponnya ibu…
Me
:
0857xxxxxxx
Mba Costumer Service
:
Dengan Ibu Mira?
Me
:
Betul mba…
Mba Costumer Service
:
Dijemput dimana ibu?
Me
:
Di RS. X ya mba, di depan UGD nya aja…
Mba Costumer Service
:
Mmm… Mohon maaf ibu nampaknya tidak bisa dijemput ke dalam, paling kami bisa arahkan ke depan Metro ibu…bagaimana?
Me
:
Waduh! Saya bawa orang sakit ini mba, kayanya ga bisa jalan jauh, memang ada masalah apa mba kalo ke dalem RS?
Mba Costumer Service
:
Mohon maaf ibu, tapi itu wilayah armada taxi yang lain
Me
:
Ooo…gitu ya…ya udah mba ga papa, kalo jadi nanti saya telpon lagi aja ya…
Mba Costumer Service
:
Iya ibu, mohon maaf sekali lagi…Selamat Sore
Me
:
Sore mba…

Nah…sampai disini keselnya belum dimulai, karena saya juga memang pernah mendengar bahwa ada wilayah-wilayah tertentu yang dikuasai oleh armada-armada tertentu pula. Jadi its ok lah, dalam pikiran saya, toh saya masih bisa panggil supir taksi di depan Rumah Sakit.

Setelah mengurus administrasi kepulangan Babap, saya berjalan menuju ke depan Rumah Sakit untuk memanggil taksi yang biasanya menunggu penumpang di pinggir jalan. Kondisi pada saat itu hujan, dan entah kenapa secara tiba-tiba armada taksi yang biasanya berjejer sampe tiga atau empat mobil, sekarang hanya ada satu dengan nama armada yang sebetulnya sudah saya blacklist karena pelayanannya tidak memuaskan. Tapi ya…karena khawatir babap menunggu lebih lama akhirnya apa boleh buat. Saya hampiri taksi tersebut dan disinilah cerita kekesalan itu bermulai:
Me
:
Narik pak? (sambil ngetok-ngetok kaca mobil)
Supir Taksi Y
:
Iya (Mengangguk sambil kaca mobil tetap tertutup)
Me
:
Bapak narik ga?! (dengan suara lebih keras)
Supir Taksi Y
:
Iya (Menjawab dengan lebih keras)
Karena si Supir taksi tetap tidak membuka jendela akhirnya saya buka pintu belakang 
Me
:
Minta ke dalem RS ya pak, saya mau jemput pasien
Supir Taksi Y
:
Ke dalem RS? Ga bisa mundur bu?! (Posisi Mobil sekitar 2 meter setelah pintu masuk RS)
Me
:
Oo gitu ya? Pelan-pelan juga ga bisa ya pak?
Supir Taksi Y
:
Susah bu! Itu kan keluar masuk mobil! (dengan nada suara lebih tinggi)
Emang ibu tujuannya mau kemana?
Me
:
Ke Cibiru pak, jadi gimana niy bapak mau ngga?!
Supir Taksi Y
:
Pasiennya aja bu dibawa kesini!
Me
:
Apa?!!!
Supir Taksi Y
:
Pasiennya bisa jalan ga? disuruh jalan aja dulu bu kesini, Karena kalo harus mundur susah ini
Me
:
Ga usah!!! Ga jadi aja!!!

Permasalahannya bagi saya bukan masalah mundur susah atau gampang, tapi tolonglah layani pelanggan dengan baik dan sopan. Jika memang pelanggan meminta hal yang sulit untuk dilakukan, setidaknya berilah solusi lain yang lebih memungkinkan. Andai saja sang supir mengerti etika komunikasi dengan pelanggan, mungkin dia tidak harus kehilangan calon pelanggannya hanya dengan bersikeras mengatakan bahwa dia tidak bisa mundur dan malah menyuruh pasien berjalan. Ekspektasi saya pada saat itu, si supir dengan baik-baik bilang bahwa kondisinya sulit untuk mundur dan kemudian memberi solusi untuk berputar terlebih dahulu, bukankah hal itu lebih solutif?

Akhirnya karena kesal dan sepertinya sulit sekali untuk mendapatkan armada taksi yang mau masuk ke wilayah Rumah Sakit, saya memutuskan untuk meminta jemput kakak saya kembali dengan resiko menunggu lebih lama. Sebetulnya poin dari kejadian ini bukan hanya masalah “kesal-kesalan” karena tidak mendapat taksi akan tetapi berikut beberapa hal yang saya garis bawahi dari kejadian ini:

1.      Penguasaan wilayah-wilayah tertentu oleh armada taksi
Saya tidak mempermasalahkan hal penguasaan wilayah, saya pikir boleh lah menguasai satu wilayah dengan nama armada tertentu, tapi tolong lah…berikan pelayanan yang baik dan nyaman terhadap penumpang.

2.      Rumah Sakit tidak memfasilitasi
Dengan kejadian tersebut saya jadi berpikir sepertinya pihak RS pun tidak memberikan fasilitas khusus tempat “mangkal” taksi. Hal ini terlihat dari kebiasaan taksi yang mangkal dipinggir jalan. Seharusnya hal ini diperhatikan pula sebagai sumber ketidaknyamanan pengunjung RS, pertama akan berpotensi membuat macet, kedua akan terjadi momen “taksi sulit mundur” seperti yang saya alami.

3.      Pelayanan minus = Black list
Saya tidak tahu apakah setiap armada taksi memiliki standard pelayanan prima terhadap pelanggan? Karena sebetulnya hal ini akan berpengaruh sekali terhadap loyalitas pelanggan dalam menggunakan satu merk armada tertentu.

Di luar daripada itu saya hanya mengharapkan bahwa seharusnya hubungan penyedia dan penerima jasa berjalan dengan harmonis. Penyedia jasa mendapat keuntungan penerima jasa mendapat kepuasan pelayanan. Bukankah itu kunci dari keberlangsungan bisnis jangka panjang? []